Ketika membicarakan tentang manfaat mangrove pada lingkungan, tentunya kita semua akan sependapat bahwa mangrove memiliki manfaat sangat besar pada lingkungan. Mangrove menjadi solusi terbaik untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi pada lingkungan terutama pada kerusakan lingkungan.

Sesungguhnya mangrove berkontribusi besar menjadi pelindung utama bagi kelestarian lingkungan kita. Hutan mangrove memiliki manfaat yang sangat banyak seperti mencegah terjadinya erosi pantai, menjaga katalis tanah dari air laut, menjadi habitat perikanan, menjaga kualitas udara dan air, mencegah pemanasan global dan menjaga (iklim dan cuaca).

Mangrove juga memiliki manfaat dalam bidang pariwisata, makanan, obat-obatan dan juga ekonomi. Selain itu, hutan mangrove juga memiliki peran yang sangat besar dalam penyerapan dan penyimpanan karbon yang dapat membahayakan bumi. Melihat banyak manfaat dari mangrove, sangat penting bagi semua pihak untuk ikut menjaga melestarian hutan mangrove.

Ketika kita tidak memiliki kepedulian pada kelestarian mangrove akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Pahami dengan baik bahwa kerusakan lingkungan memberikan dampak kerugian besar pada manusia, kerusakan lingkungan akan menyebabkan bencana alam sering terjadi.

Menyikapi hal ini, kita sebagai manusia tentunya memiliki kewajiban untuk ikut berkontribusi dalam melestarikan dan mengelola mangrove dengan baik. Jangan sampai kita terlalu serakah dalam memanfaatkan mangrove sehingga mengakibatkan anak cucu kita tidak dapat merasakan manfaat dari mangrove.

Sebelum membicarakan secara mendalam terkait cara kita untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian mangrove, alangkah lebih baiknya kalau kita mengenal lebih dahulu terkait mangrove.

Mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan padat. Mangrove menjadi sangat penting karena dapat mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama kerusakan lingkungan ( Sumber : kkp.go.id).

Mangrove merupakan istilah bagi tumbuhan yang tumbuh di daerah yang terkena pasang surut air laut. Ekosistem yang terdiri dari berbagai tumbuhan dan hewan yang menghuninya disebut dengan ekosistem bakau.

Ketika membicarakan tentang ekosistem mangrove, aku berpendapat bahwa ekosistem mangrove harus dijaga dengan baik karena memiliki fungsi menjadi penyangga kehidupan serta memiliki kekayaan alam yang sangat tinggi nilainya.

Ketika membahas tentang topik hutan mangrove, tentunya Negara Indonesia patut berbangga. Fakta menunjukkan bahwa Negara Indonesia memiliki hutan mangrove yang sangat luas. Apakah kalian percaya bahwa Indonesia merupakan rumah dari 20% mangrove di dunia, persentase ini tentunya sangatlah besar dibandingkan dengan Negara-Negara lain.

Ekosistem mangrove di Negara Indonesia mencapai sekitar 3,31 juta hektare. Negara Indonesia menjadi Negara dengan penyebaran tumbuhan bermarga Rhizophora terluas di dunia dan menjadikan Negara ini sebagai pengendali perubahan iklim global (Sumber : kehutanan.sariagri.id).

Namun prestasi ini harus tercoreng dengan adanya permasalahan mangrove di Negara Indonesia. Hampir sekitar 637 hektare mangrove di Negara Indonesia masuk pada kategori permasalahan kritis. Penyebab utama kerusakan ini adalah tangan-tangan manusia yang tidak memiliki kepedulian pada pelestarian mangrove.

Penyebab kerusakan akibat adanya alih fungsi mangrove, seperti konversi tambak ilegal, perkebunan, permukinan serta penebangan mangrove secara liar untuk digunakan sebagai kayu bakar dan bahan baku arang.

Kerusakan dari hutan mangrove yang dialami Negara Indonesia terbilang cukup parah. Dengan kerusakan yang parah, tentunya penanganan perbaikan hutan mangrove menjadi lebih sulit. Ancaman seperti ini aku rasa akan terus terjadi jika masyarakat Indonesia kurang memiliki pemahaman terkait pentingnya peran ekosistem mangrove.

Masyarakat Indonesia perlu akan adanya edukasi bahwa sangat penting melestarikan dan mengelola mangrove dengan baik guna tetap menjaga manfaatnya untuk masa depan. Percayalah bahwa anak cucu kita nanti juga ingin merasakan manfaat dari hutan mangrove.

Menyikapi hal ini, kita perlu untuk merubah pola pemikiran yang awalnya serakah menjadi memiliki kepedulian untuk ikut melestarikan dan mengelola hutan mangrove. Sungguh memberikan dampak kerugian yang sangat besar jika kelestarian mangrove tidak benar-benar kita jaga.

Disini aku akan menunjukkan beberapa contoh terkait dampak dari tidak kepedulian kita pada kelestarian mangrove. Dampaknya antara lain terjadinya bencana alam, terjadinya erosi pantai, pemanasan global, kerusakan ekosistem laut, kualitas udara dan air akan menurun dan tentunya terjadinya krisis iklim.

Selain itu terdapat dampak lain pada kehidupan sehari-hari kita seperti hilangnya mata pencaharian sehari-hari, mangrove tidak lagi dapat dimanfaatkan untuk makanan dan obat-obatan. Ekonomi masyarakat sekitar juga akan ikut menurun akibat kerusakan ekosistem mangrove.

Teman-teman, mengetahui semua fakta ini memang membuat kita merasa sedih. Kenapa masih banyak manusia yang tidak memiliki kepedulian pada kelestarian ekosistem mangrove. Namun sesungguhnya kesedihan yang kita rasakan, tidak akan dapat merubah semua kejadian yang telah terjadi.

Kita sebagai generasi muda perlu untuk melakukan suatu gerakan untuk berkontribusi dalam memperbaiki kelestarian mangrove menjadi pulih seperti sedia kala. Mari bersama-sama kita menyatukan satu gerakan untuk melestarikan dan mengelola mangrove dengan baik. Sehingga manfaat dari mangrove bisa kembali seperti semula dan kita akan dapat kembali lagi merasakan manfaat terbesarnya.

Disini aku memiliki beberapa strategi dalam melestarikan dan mengelola mangrove dengan baik. Kita perlu bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan perbaikan ekosistem mangrove menjadi kembali seperti semula.

Strategi yang dapat kita lakukan antara lain melakukan penanaman kembali hutan mangrove yang gundul, melakukan perluasan kawasan hutan mangrove, melakukan perbaikan lingkungan sekitar hutan mangrove dan tidak pernah melakukan tindakan yang dapat mencemari lingkungan hutan mangrove.

Setelah hal ini telah kita lakukan, langkah terakhir yang perlu untuk kita lakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pada masyarakat sekitar hutan mangrove. Edukasi ini diharapkan dapat memberikan pengaruh untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hutan mangrove, ketika pengetahuan telah bertambah akan membuat kesadaran masyarakat terkait kelestarian hutan mangrove menjadi lebih meningkat.

Percayalah teman-teman kontribusi yang kita berikan akan memberikan dampak yang sangat besar pada manfaat hutan mangrove di masa depan. Kunci keberlangsungan manfaat hutan mangrove di masa depan bukan terletak di anak cucu kita, tetapi pada diri kita sendiri.

Kalau langkah seperti ini tidak dimulai dari kita, lalu siapa lagi yang akan memulainya. Sebagai seorang manusia tentunya tugas utama kita adalah untuk menjaga dan melestarikannya, bukan malah cenderung untuk merusaknya.

Harapan terbesarku saat ini adalah hutan mangrove di Negara Indonesia dapat kembali pulih seperti sedia kala. Sehingga kita semua dapat merasakan manfaat utama dari adanya hutan mangrove. Aku juga sangat berharap masyarakat Indonesia dapat melestarikan dan mengelola hutan mangrove dengan baik agar tidak terjadi lagi kasus kerusakan hutan mangrove.

Hutan mangrove harus terus ada, agar kerusakan lingkungan bisa teratasi dan manusia tidak mengalami permasalahan akibat tidak adanya hutan mangrove. Aku benar-benar memiliki keinginan bahwa tidak hanya kita yang merasakan manfaat hutan mangrove, tetapi anak cucu kita nantinya dapat ikut merasakan manfaat hutan mangrove di masa depan.

Referensi :

Balai Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Mangrove dan manfaatnya, Diakses pada tanggal 24 Juli 2021, https://kkp.go.id/bdasukamandi/artikel/4239-mangrove-dan-manfaatnya

Sariagri, Ekosistem Mangrove Mampu Simpan Cadangan Karbon 4-5 Kali Lebih Besar, Diakses Pada tanggal 25 Juli 2021, Ekosistem Mangrove Mampu Simpan Cadangan Karbon 4-5 Kali Lebih Besar – Kehutanan sariagri.id