Ketika membicarakan tentang “Negara Indonesia”, sesungguhnya tidak akan pernah ada habisnya. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau dan memiliki jumlah penduduk mencapai 271.066.000 (Kompas.com, 2020). Dari sabang (Aceh) sampai Marauke (Papua), Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa dan agama yang beranekaragam.

Indonesia juga dikenal memiliki kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah ruah dan tentunya membuat Negara-Negara lain merasa iri dengan Negara Indonesia. Contoh Sumber Daya Alam di Negara Indonesia antara lain adalah tambang emas yang berada di Papua, tambang batu bara yang berada di Sumatra dan Kalimantan, gas alam yang melimpah, kakayaan bawah laut yang sangat melimpah ruah, hutan hujan tropis yang sangat luas, flaura dan fauna yang sangat langka (Ilmugeografi.com, 2016).

Apakah ini menjadi sebuah prestasi yang membanggakan untuk Negara Indonesia ?. Tentunya hal ini menjadi sebuah prestasi, apalagi Negara-Negara lain tidak memiliki kekayaan Sumber Daya Alam seperti Negara Indonesia. Namun hal ini juga dapat berubah menjadi bencana bagi Negara Indonesia, jika Sumber Daya Alam yang dimiliki “tidak dapat dikelola dengan baik” oleh Warga Negara Indonesia sendiri.

Faktanya Masyarakat Negara Indonesia Kesulitan Dalam Mengelola Sumber Daya Alam

Fakta yang terjadi saat ini, masyarakat Negara Indonesia masih kesulitan dalam mengelola Sumber Daya Alam. Indonesia masih bergantung dengan Negara Asing dalam mengelola Sumber Daya Alam yang dimiliki. Kerjasama yang terjalin, sesungguhnya tidak menguntungkan Negara Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa kerjasama lebih condong menguntungkan Negara lain, padahal jelas-jelas yang memiliki Sumber Daya Alam adalah Negara Indonesia.

Kalian butuh bukti nyata terkait kerjasama yang merugikan Negara Indonesia ?. Disini aku akan memberikan satu contoh bukti nyata kepada kalian semua, contohnya adalah pada kasus Freeport. Aktivitas pertambangan Freeport telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang terbilang sangat-sangat parah. Siapa yang dirugikan ? tentunya masyarakat Papua. Masyarakat Papua benar-benar dirugikan akibat aktivitas pertambangan Freeport.

Melihat hal ini “membuatku merasa sangat sedih”, apalagi jika mengetahui kenyataan bahwa Negara Indonesia mendapatkan persentase keuntungan yang sangat sedikit dari kerjasama yang terjalin. Padahal Negara Indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam, lalu kenapa Negara Indonesia malah mendapat persentase keuntungan lebih kecil dibandingkan dengan Negara Amerika Serikat ?.

Jawaban dari pertanyaan ini adalah “Negara Indonesia memang unggul dibidang Sumber Daya Alam, namun Negara Indonesia masih kalah dibidang Sumber Daya Manusia yang berkualitas dibanding dengan Amerika Serikat”. Harus diakui bahwa Sumber Daya Manusia yang berkualitas memegang peranan penting dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam.

Penting Hukumnya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Melihat kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa “Rasanya sangat percuma memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah, namun Sumber Daya Manusianya tidak memiliki kemampuan mengelola dengan baik”. Dua hal ini memang memiliki hubungan yang saling terikat, jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar “Sumber Daya Alam harus melimpah dan Sumber Daya Manusia harus berkualitas”.

Disini aku ingin mengajak kalian semua untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang lebih baik dibandingkan dengan yang sekarang. Kita harus bersama-sama mencoba menunjukkan bahwa “Sumber Daya Manusia Negara Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan Negara lain”. Sudah waktunya bagi kita untuk merubah persepsi dari Negara-Negara lain yang menganggap bahwa “Warga Negara Indonesia memiliki kemampuan yang jauh tertinggal”.

Tentunya untuk merubah persepsi Negara-Negara lain terkait masyarakat Negara Indonesia tidak mudah karena harus ada bukti secara nyata. Namun aku memiliki keyakinan bahwa masyarakat Negara Indonesia pasti bisa, aku yakin suatu saat nanti “Sumber Daya Manusia di Negara Indonesia akan dihormati dan dihargai karena memiliki kualitas yang sangat tinggi”.

Maka dari itu mari kita bersama-sama berkolaborasi untuk mewujudkan cita-cita “Menjadikan Negara Indonesia menjadi kaya akan kualitasnya, baik Sumber Daya Alamnya maupun Sumber Daya Manusianya”. Ingat kolaborasi sangat penting, tidak mungkin cita-cita ini dapat tercipta dengan cara individu, perlu dilakukan bersama-sama agar cita-cita bisa bercipta secara nyata. Mari kita lepaskan identitas terkait “suku, budaya, bahasa dan agama” terlebih dahulu. Hanya ada satu identitas yang sama yaitu kita semua adalah Warga Negara Indonesia.

Negara Indonesia Masih Memiliki Permasalahan Terkait Kebersamaan, Toleransi dan Keberagaman

Aku mengetahui secara pasti bahwa “kolaborasi antara seluruh masyarakat Indonesia”. Memang mudah jika diucapkan melalui kata-kata, namun dalam implementasinya tidak dapat dilakukan dengan mudah. Keragaman suku bangsa, bahasa, budaya dan agama, ternyata menimbulkan beberapa persoalan yang terjadi. Keragaman ini membuat masyarakat Indonesia sangat mudah untuk berbeda pendapat satu sama lain, mereka saling menganggap bahwa identisas yang dimiliki lebih baik dibandingkan dengan identitas yang dimiliki orang lain.

Dampak terburuk dari perbedaan identitas adalah dapat menimbulkan permasalahan yang sangat besar, seperti ancaman integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa. Beberapa kasus seperti konflik antar suku (Suku Dayak dan Madura di Sampit), konflik antar agama (konflik Ambon), konflik antar ras (politik apartheid) sudah menjadi bukti bahwa perbedaan identitas dapat menciptakan permasalahan yang sangat besar.

Konflik ini sesungguhnya tidak terjadi secara tiba-tiba, peristiwa ini terjadi karena ada beberapa penyebab seperti : (1) tidak bisa menyatukan perbedaan antar kelompok, (2) norma-norma sosial tidak dipahami dengan baik, (3) pemahaman bahwa kelompok lebih penting dibandingkan dengan kesatuan Negara, (4) sanksi terkait permasalahan golongan masih belum tegas, (5) tindakan nyata masyarakat tidak sesuai dengan norma yang berlaku, (6) adanya tindakan-tindakan dari antar kelompok yang dapat memunculkan konflik.

Kadang “keragaman Negara Indonesia”, menjadi tanda tanya yang sangat besar dalam hidupku. Kenapa keragaman Negara Indonesia malah menjadi persoalan ? kenapa tidak dimanfaatkan untuk menjadi sebuah potensi ?. Padahal dengan keragaman ini, dapat membuat Negara Indonesia menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah ruah.

Kasus Perbedaan Golongan Seakan-akan Sangat Mudah Untuk Terjadi

Ketika membicarakan tentang “kasus perbedaan golongan”, aku berpendapat bahwa di Negara Indonesia, kasus seperti ini sangat mudah untuk terjadi dan seakan-akan sangat sulit untuk dihindari. Masyarakat Indonesia rata-rata memiliki karakter lebih suka menjalih hubungan dengan seseorang yang memiliki golongan sama dan menghindari seseorang yang memiliki golongan berbeda. Meskipun satu Negara, jika memiliki golongan yang berbeda, akan membuat mereka dihindari oleh golongan lain.

Bahkan aku sendiri sering menemui seseorang dianggap minoritas karena memiliki golongan yang berbeda dengan orang lain. Jujur aku merasa kasihan dengan kaum minoritas yang ada, padahal mereka ingin dianggap sama namun kenyatannya mereka selalu dianggap berbeda. Hal ini tentunya sangat menyakitkan, namun ada yang lebih menyakitkan jika mereka mendapatkan tindakan “ diskriminasi dan rasisme” dari golongan lain.

Ketika menempuh pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Negara Indonesia. Aku pernah memiliki pengalaman diskusi dengan teman kuliahku yang berasal dari daerah Papua, diskusi ini membahas tentang “keragaman di Negara Indonesia”. Temanku memiliki pendapat bahwa “keragaman di Negara Indonesia” memberikan dampak negatif kepada para kaum minoritas.

Dia merasa seseorang yang memiliki golongan berbeda dan keadaannya menjadi monoritas, selalu dipandang rendah dan tidak baik oleh golongan lain. Bahkan temanku mengatakan sering kali mengalami “diskriminasi dan rasisme” oleh mahasiswa lain, temanku merasa seakan dilecehkan oleh mahasiswa lain. Penduduk asli papua secara diskriminatif dianggap sebagai orang-orang primitif yang tidak layak hidup di perkotaan.

Apalagi saat ini orang Papua selalu diberikan pertanyaan yang sebenarnya sangatlah menyakitkan untuk mereka jawab. Mahasiswa asal papua seperti dirinya sering ditanyai tentang “apakah pernah menggunakan pakaian koteka, kenapa kulit mereke hitam, apakah masih memasak makanan di atas api terbuka dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya”. Mereka juga sering dipanggil dengan sebutan “monyet” oleh orang lain yang tidak mereka kenal.

Penting Hukumnya Menjaga Kebersamaan, Toleransi dan Keberagaman di Negara Indonesia
Teman-teman, sesungguhnya sangat penting hukumnya bagi kita untuk menjaga kebersamaan, toleransi dan keberagaman di Negara Indonesia. Sudah cukup terkait kasus yang dapat memecahkan masyarakat Negara Indonesia. Saat ini, seluruh masyarakat Indonesia perlu untuk bersatu “meningkatkan kualitas Negara Indonesia dimata Negara-Negara lain”. Bagaimana bisa Negara Indonesia disegani, jika penduduknya sendiri saja masih ingin menang sendiri.

Tumbuhkan sikap peduli akan keberagaman di Negara Indonesia, selalu memiliki jiwa toleransi akan keberagaman dan selalu menjaga kebersamaan meskipun bukan dari golongan yang sama. Itulah mimpi yang aku harapkan akan terwujud di Negara Indonesia secepatnya. Aku memiliki keinginan dan harapan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki pemikiran dan perilaku seperti ini.

Tentunya jika hal ini benar-benar terjadi, Negara Indonesia menjadi Negara yang damai dan sejahtera. Tidak akan ada lagi perpecahan dan konflik karena semua pihak saling mengerti satu sama lain. Fokusnya hanya satu yaitu “memajukan Negara Indonesia agar dihormati dan dihargai oleh Negara-Negara lain”. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa kita telah menerapkan ajaran nenek moyang kita terkait “Bhinneka Tunggal Ika”.

Rasanya sungguh sangat indah jika seluruh masyarakat Negara Indonesia bersatu. Peluang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi lebih mudah untuk diwujudkan. Pengelolaan Sumber Daya Alam juga menjadi lebih baik karena dilakukan secara bersama-sama. Tidak ada lagi kaum minoritas dan mayoritas, karena semua orang menganggap dirinya adalah sama. Berjuang bersama-sama menjadikan Negara Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Cara yang Aku Lakukan Untuk Merawat Kebersamaan, Toleransi dan Keberagaman
Teruntuk teman-teman yang memiliki keinginan untuk ikut berkontribusi dalam merawat kebersamaan, toleransi dan keberagaman di Negara Indonesia, tetapi masih bingung terkait caranya. Kalian tenang saja, karena disini aku akan menunjukkan beberapa cara yang telah aku lakukan. Semoga cara yang aku lakukan ini dapat bermanfaat kepada kalian semua dan tentunya pada Negara Indonesia. Cara yang aku lakukan untuk merawat kebersamaan, toleransi dan keberagaman antara lain adalah :
1. Menumbuhkan Sikap Toleransi

Menumbuhkan sikap toleransi, merupakan hal pertama yang harus kita tanamkan dalam diri. Apalagi saat ini banyak orang yang sebenarnya faham terkait arti dari toleransi, namun untuk pengimplementasiannya mereka masih belum bisa. Toleransi adalah cara terbaik untuk menjaga kebersamaan, kita harus bertoleransi pada semua orang, meskipun berbeda budaya, suku, ras dan agama dengan diri kita.

Cara yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan sikap toleransi adalah dengan memberikan kesempatan pada orang lain untuk mempercayai budaya, suku, ras dan agama mereka. Kita tidak boleh menyalahkan orang lain yang memiliki pandangan berbeda dengan diri kita. Semua sama, hindari sikap tenggang rasa atau bahkan sampai menghujat orang-orang yang memiliki identitas berbeda dengan diri kita.

2. Perlakukanlah Semua Orang Sama, Tanpa Membeda-bedakan

Jika kalian ingin dihormati dan dihargai oleh semua orang, kalian harus memperlakukan semua orang dengan cara sama, tanpa membeda-bedakan. Jangan pernah menerapkan perilaku baik kepada orang-orang yang satu golongan dengan kita, tetapi berperilaku buruk kepada orang-orang yeng berbeda golongan. Tindakan seperti ini dapat memunculkan perasaan benci dari orang-orang yang berbeda golongan dengan kita.

Sudah sepantasnya untuk kita berbuat baik kepada semua orang, dengan perilaku seperti ini akan membuat kita menjadi lebih dihormati dan dihargai oleh orang lain.
Perlakukan seseorang yang berbeda golongan dengan kita secara baik, agar kita juga mendapatkan perlakuan baik dari orang tersebut. Sesungguhnya perilaku seperti ini akan memberikan dampak positif kepada kehidupan keberagaman di Negara Indonesia.

3. Tekankan Pemahaman Bahwa Kita Adalah Satu

Negara Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keragaman. Banyak ras, suku, budaya, bahasa dan agama di Negara Indonesia. Meskipun banyak keragaman, satu hal yang harus kita pahami dengan baik bahwa “kita adalah satu”, semua adalah saudara setanah air.

Kita lahir dari bendera yang sama yaitu Indonesia, adanya persamaan ini telah menjadi bukti bahwa sudah seharusnya kita mengasihani satu sama lain. Dengan memahami secara baik tentang arti persaudaraan sebangsa dan setanah air, akan membuat kita menjadi seseorang yang lebih menghargai keberagaman di Negara Indonesia.

4. Saling Membantu Satu Sama Lain

Sebagai seorang manusia yang hidup dengan manusia lain, tentunya kita tidak bisa lepas dari yang namanya “hubungan sosial”. Sesungguhnya kita tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya “membutuhkan pertolongan orang lain”. Maka dari itu perlu bagi kita untuk menerapkan gaya hidup peduli dengan sesama terutama yang membutuhkan bantuan kita. Jangan pernah memilih dalam membantu orang lain, selagi kita memang bisa dan mampu, kita harus mau untuk membantu mereka.

Jangan pernah memiliki pemikiran untuk menjadikan perbedaan golongan sebagai alasan tidak mau membantu orang lain. Membantu kepada semua orang, termasuk perilaku peduli akan keberagaman di Negara Indonesia. Dengan membantu semua orang, akan memberikan efek yaitu ketika kita mengalami permasalahan, orang lain akan datang untuk mencoba membantu mengatasi permasalahan yang kita hadapi.

5. Jangan Pernah Menjatuhkan Seseorang yang Berbeda Dengan Kita

Aku ingin menyampaikan pesan kepada kalian semua yaitu “jangan pernah mencoba menjatuhkan seseorang yang berbeda dengan diri kita”. Kita adalah saudara yang terlahir sama di Negara Indonesia, mengetahui hal ini tentunya sangat wajib bagi kita untuk menghindari tindakan saling menjatuhkan. Jangan pernah memiliki anggapan bahwa orang lain berbeda dengan diri kita dan wajib bagi kita untuk mencoba menjatuhkannya.

Sesungguhnya tindakan saling menjatuhkan dapat menciptakan perpecahan di Negara Indonesia, kebersamaan menjadi tidak terjalin dengan baik. Padahal tugas utama kita sebagai Warga Negara Indonesia adalah menjaga kebersamaan dibalik keberagaman yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Mari teman-teman kita menjalankan kolaborasi antar sesama dengan baik tanpa ada lagi perasaan ingin menjatuhkan satu sama lain.

Ini cara saya untuk merawat kebersamaan, toleransi, dan keberagaman. Bagaimana cara kamu? Kabarkan/sebarkan pesan baik untuk MERAWAT kebersamaan, toleransi, dan keberagaman kamu dengan mengikuti lomba “Indonesia Baik” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini (http://bit.ly/LombaIndonesiaBaikKBR).”

Sumber :
Kompas.com, 2020, Jumlah Penduduk Indonesia 2020, diakses pada tanggal 1 Juni 2021,https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/08/060000069/jumlah-penduduk-indonesia-2020
Ilmugeografi.com, 2016, 11 Kekayaan Alam Indonesia yang Mendunia, diakses pada tanggal 1 Juni 2021, https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/kekayaan-alam-indonesia