Sejenak aku teringat tentang pengalaman masa laluku ketika masih aktif menjalankan rutinitas mendaki gunung. Harus diakui bahwa banyak kebahagiaan yang aku dapatkan dari mendaki gunung. Seperti contohnya mendapatkan pengalaman baru dalam hidup, mendekatkan diri pada alam dan sang pencipta, menambah relasi dengan orang baru, menghabiskan waktu bersama teman, menambah ilmu pengetahuan dan juga belajar akan hidup mandiri.

Harus diakui bahwa sesungguhnya mendaki gunung merupakan hobi yang memberikan banyak sekali keuntungan kepada kita. Namun jangan salah sangka teman-teman, selain memberikan banyak kebahagiaan. Mendaki gunung juga memberikan beberapa cerita kesedihan kepada diriku, sesungguhnya hidup di alam liar tidak seindah ketika hidup di perkotaan.

Contoh nyata adalah ketika aku hanya bisa mengkonsumsi mie instan, bayangkan hidup berhari-hari di alam liar hanya bisa mengkonsumsi mie instan saja. Bagaimana rasanya ? tentunya banyak diantara kalian yang mempersepsikan sangat menyedihkan. Akupun juga awalnya merasakan hal seperti itu, sungguh rasanya sangat menyedihkan ketika harus terpaksa tidak ada pilihan dalam mengkonsumsi suatu makanan.

Namun aku selalu mencoba untuk bersyukur meskipun hanya makan mie instan saja. Alasannya sangatlah sederhana, karena Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk menikmati sebuah makanan. Rasa bersyukur ini aku tunjukkan dengan menyantap makanan dengan sangat lahap dan tanpa ingin menyisakan sedikitpun makanan tersebut. Gununglah yang memberikan pemahaman kepada diriku untuk tidak pernah menyia-nyiakan makanan.

Pahami Dengan Baik : Jangan Pernah Menyia-nyiakan Makanan

Teman-teman, aku ingin menyampaikan sebuah pandangan tentang arti makanan kepada kalian semua. Sesungguhnya makanan adalah aset berharga yang tidak boleh untuk kita sia-siakan. Jangan sampai karena memiliki uang yang berlebih, kita tidak mensyukuri nikmat dari sebuah makanan dan dengan tega tanpa rasa berdosa membuang makanan dengan begitu saja.

Sadar atau tidak, seringkali kita ketika makan di luar tidak pernah memperhatikan perilaku makan. Beli makanan ini dan itu, tanpa peduli apakah nantinya kita mampu atau tidak untuk menghabiskannya. Kita juga tidak peduli ketika makanan tidak habis, sisa makanan tersebut nantinya bagaimana. Kita hanya merasa memiliki kewajiban untuk mengenyangkan perut dan membayar biayanya.

Setelah itu tidak ada lagi yang perlu diperhatikan, kita tidak perlu mengetahui nasib sampah makanan kita. Padahal kenyataannya telah banyak sampah makanan yang kita hasilkan. Sesungguhnya ini hanya perilaku kita, bayangkan berapa banyak orang yang berperilaku sama dengan kita. Jika ada jutaan lebih orang yang berperilaku sama dengan kita, berapa banyak jumlah sampah makanan yang ada ? tentunya sangat banyak teman-teman.

Faktanya Negara Indonesia Memiliki Permasalahan Terkait Sampah Makanan

 

Terdapat satu fakta yang harus kalian semua tahu, bahwasannya Negara Indonesia memiliki permasalahan besar terkait sampah makanan. Data dari Economist Intelligence Unit (EIU) pada tahun 2016, Negara Indonesia menempati posisi dua sebagai penghasil sampah makanan terbanyak di dunia setelah Arab Saudi (brilio.net, 2018). Tentunya hal ini tidak bisa dibanggakan, karena ini bukanlah prestasi tetapi malah mencoreng nama baik Negara Indonesia dimata dunia.

Aku ingin bertanya, menurut kalian “apa faktor terbesar yang menyebabkan Negara Indonesia bisa menempati posisi ke dua sebagai penghasil sampah makanan terbanyak ?”. Kalau aku secara pribadi berpendapat bahwa faktor utamanya adalah pola konsumsi yang buruk dari masyarakat Indonesia. Kita tahu sendiri bahwa masyarakat Indonesia kurang memiliki kepedulian dengan makanan, mereka tidak ragu untuk menyia-nyiakan makanan. Makanan sisa inilah yang membuat produksi sampah makanan di Negara Indonesia semakin meningkat setiap tahun.

Teman-teman, jangan pernah menganggap remeh permasalahan “sampah makanan”. Permasalahan sampah makanan merupakan permasalahan yang cukup besar dan perlu untuk segera diatasi. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari (bandungfoodsmartcity.org) setiap tahunnya terdapat 13 juta ton sisa makanan yang terbuang di Negara Indonesia atau setara dengan 500 kali berat monas dan jika di rata-ratakan setiap orang di Indonesia membuang 300 kg sampah makanan setiap tahunnya.

Sungguh rasanya sangat menyedihkan melihat semua fakta ini, apalagi saat ini di Negara Indonesia masih banyak orang-orang yang kesulitan dalam segi ekonomi. Banyak masyarakat yang mengalami permasalahan kelaparan dan kekurangan makanan. Tetapi kita malah dengan tega menyia-nyiakan makanan, kita harus mencoba berkaca pada mereka agar nantinya kita bisa lebih baik dalam menghargai arti sebuah makanan.

Banyaknya Dampak Buruk yang Disebabkan Oleh Sampah Makanan

Sungguh, tidak ada habisnya ketika kita membicarakan tentang sampah makanan di Negara Indonesia. Sampah makanan sebanyak 13 juta ton, jika dikelola dengan baik akan dapat menghidupi lebih dari 28 juta orang. Bayangkan 28 juta orang ? tentunya hal ini akan membuat banyak masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mengalami masalah kelaparan.

Apalagi sampah makanan juga dapat memberikan banyak dampak buruk terutama pada lingkungan. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari (gifood.id, 2019) dampak dari sampah makanan antara lain adalah :

1. Mengeluarkan Gas Metana

Sampah di tempat penampungan yang telah membusuk akan menciptakan gas metana. Tentunya hal ini sangat berbahaya karena gas metana menjadi salah satu penyebab dari pemanasan global.

  1. Banyak Air yang Terbuang

Air memiliki peranan yang besar pada kehidupan kita di dunia. Manusia, hewan dan tumbuhah membutuhkan air untuk bisa tetap bertahan hidup. Air pun juga sangat berperan dalam proses penciptaan makanan, berawal dari proses produksi sampai proses telah dikonsumsi membutuhkan air. Jadi jika kita membuang makanan, kita juga ikut membuang-buang air yang telah diinvestasikan dalam pembuatan makanan.

  1. Membuang-Buang Sumber Minyak Bumi

Apakah kalian sadar bahwa minyak bumi sangat berperan pada proses produksi makanan ?. Proses pengolahan makanan agar siap untuk dikonsumsi membutuhkan minyak bumi. Jadi jika kita membuang makanan, maka secara tidak langsung kita juga ikut serta dalam membuang-buang aset berharga yaitu sumber minyak bumi.

  1. Menyia-Nyiakan Lahan Tanah

Sampah yang menumpuk membuat kebutuhan lahan untuk menjadi tempat penampungan menjadi ikut meningkat. Akibat dari hal ini adalah lahan tanah menjadi sia-sia karena sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif.

  1. Membahayakan Makhluk Hidup

Sadar atau tidak bahwasannya sampah dapat mengakibatkan ancaman terhadap keragaman makhluk hidup. Banyak flaura dan fauna yang terancam keberadaannya akibat adanya sampah yang menumpuk. Maka dari itu kita perlu untuk mengkonsumsi makanan secara tidak berlebihan, makan dengan secukupnya agar tidak menyebabkan makanan kita menjadi sampah makanan. Perilaku seperti ini tentunya akan berpengaruh pada pengurangan jumlah sampah makanan yang dihasilkan.

Yuk Mulai Peduli Dengan Permasalahan Sampah Makanan

Bagaimana teman-teman, setelah mengetahui semua informasi tentang permasalahan sampah makanan. Tentunya kalian terheran-heran karena tidak menyangka Negara Indonesia menjadi nomor dua sebagai penghasil sampah makanan terbanyak. Kalian pastinya juga merasa ketakutan setelah mengetahui semua dampak yang diakibatkan dari adanya Sampah makanan.

Yah jujur aku secara pribadi juga merasakan hal yang sama dengan kalian semua, aku juga merasa terheran-heran dan ketakutan akibat adanya permasalahan sampah makanan. Maka dari itu, aku ingin mengajak kalian semua untuk menerapkan gaya hidup minim sampah makanan. Kita yang awalnya tidak peduli akan permasalahan ini, mulai sekarang harus peduli untuk mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan sampah makanan.

Langkah-Langkah Untuk Gaya Hidup Minim Sampah Makanan

Teruntuk teman-teman yang mulai tertarik untuk menerapkan Gaya hidup minim sampah makanan. Disini aku punya langkah-langkah yang dapat untuk kalian lakukan agar turut berkontribusi mengatasi semua permasalahan ini. Semoga saja informasi yang aku berikan dapat membantu permasalahan sampah makanan di Negara Indonesia yang tercinta. Langkah-langkah gaya hidup minim sampah makanan yang dapat kalian lakukan antara lain adalah :

1. Ambil Makanan Secukupnya

Mulai sekarang, aku ingin mengajak teman-teman semua untuk menerapkan kebiasaan gaya hidup mengambil makanan secukupnya. Jangan menerapkan kebiasaan buruk yaitu tergoda mengambil makanan secara berlebihan dan pada akhirnya akan terbuang sia-sia. Gaya hidup yang baik adalah ketika kita mengetahui batas kemampuan kita dalam mengkonsumsi suatu makanan.

2. Segera Mengkonsumsi

Aku sering menemui seseorang yang sudah mengambil makanan, tetapi tidak langsung dikonsumsi. Sering menunda-nunda, entah apa alasannya, jujur aku merasa sedikit sedih mengetahui orang seperti ini. Aku ingin mengajak kalian semua yang memiliki gaya hidup seperti ini untuk mulai merubah menerapkan gaya hidup yang lebih baik. Kita harus menerapkan gaya hidup yaitu ketika kita sudah mengambil makanan, untuk segera mengkonsumsinya tanpa ada yang namanya menunda-nunda.

3. Habiskan Semua Makanan

Bagaimana pendapat kalian ketika mengetahui ada seseorang yang dengan tega tidak menghabiskan makanan yang telah meraka ambil ?. Aku secara pribadi merasa sedih dan ingin marah kepada orang seperti ini. Aku ingin mengajak kalian semua untuk membiasakan gaya hidup “menghabiskan makanan yang sudah diambil”. Coba kita bayangkan beruntungnya kita karena masih bisa diberikan kesempatan untuk bisa menyantap makanan. Lihat orang-orang dibawah kita yang masih kesulitan dalam segi ekonomi, hanya untuk bisa makan saja mereka kesulitan.

Dunia Menjadi Lebih Bahagia Ketika Jumlah Sampah Makanan Berkurang

Satu hal yang harus kalian tahu, bahwa hidup di dunia menjadi lebih bahagia ketika jumlah sampah makanan berkurang. Bebas sampah makanan akan membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan tentunya menjadi lebih indah. Lingkungan menjadi tidak terdampak dari adanya sampah makanan, jalannya ekosistem menjadi tidak terganggu dan tentunya kita bisa merasakan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan adanya sampah makanan.

Disini kita memiliki kewajiban untuk menerapkan gaya hidup minim sampah makanan. Kita harus bisa mengurangi atau bahkan menstop jumlah sampah makanan di Negara Indonesia. Asalkan kita memiliki suatu kemauan, aku yakin tujuan ini akan bisa dengan mudah untuk tercapai.

Satu hal yang harus kalian ingat teman-teman yaitu “kalau tidak kita sebagai generasi muda yang melakukannya, lalu siapa lagi yang akan melakukannya ?”.  Yuk ciptakan generasi emas yang memiliki kepedulian tinggi pada Negara dan dunia dengan cara menerapkan gaya hidup minim sampah makanan.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Dengan Tema Gaya Hidup Minim Sampah Makanan yang Diselenggarakan Bandung Food Smart City”