Management Entrepreneur Days

Berbicara tentang masa ketika dibangku perkuliahan, tentunya tidak lepas dari begitu banyaknya kenangan. Namun sejujurnya ketika menjadi seorang mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Brawijaya, ada satu kenangan yang tidak bisa saya lupakan. Kenangan ketika mengikuti program Management Entrepreneur Days yang diselenggarakan pihak Manajemen Universitas Brawijaya.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 29-30 April 2019, meskipun hanya dua hari namun sejujurnya sangat berkesan bagi saya karena dapat menjadi bekal untuk suatu saat nanti menjadi seorang pengusaha. Sebelum menyimak tentang pengalaman saya, alangkah lebih baik kalau teman-teman terlebih dahulu mengenal tentang program ini.

Management Entrepreneur Days merupakan program yang bertujuan menciptakan calon pengusaha. Program ini terbagi menjadi 40 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 7 anggota. Setiap kelompok diminta untuk menciptakan produk yang kreatif dan inovatif, selain menciptakan produk tentunya program ini juga turut meminta pada setiap kelompok untuk memasarkan produknya secara langsung di lokasi yang sudah ditentukan. Nantinya pada akhir acara akan ada penentuan terkait tiga kelompok terbaik, kelompok yang masuk dalam nominasi akan mendapatkan hadiah dari panitia.

target menjadi juara

Sebagai salah satu peserta, tentunya saya memiliki semangat yang tinggi untuk membuat kelompok saya menjadi juara dalam program ini. Kami sebagai satu kesatuan kelompok, tentunya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan produk terbaik. Akhirnya kami memutuskan untuk menciptakan produk donat emping. Ada beberapa alasan yang menjadi latar belakang kenapa kelompok kami memutuskan memilih donat emping, alasannya antara lain adalah :

Produk yang Berbeda

Ketika membicarakan donat emping, tentunya produk ini masih terdengar asing disebagian besar masyarakat. Saya pribadi awalnya juga merasa begitu, namun setelah menjalani prosesnya, saya merasa yakin bahwa produk ini sangat menarik. Akhirnya sesuai dengan ekspetasi saya, bahwa produk ini ketika dipasarkan banyak peminatnya. Konsumen menyukai produk ini karena jarang sekali menemui donat dengan emping sebagai topingnya.

Produk Dengan Rasa Juara

Ketika berbicara tentang donat, tentunya donat identik dengan rasa yang manis, namun donat emping memiliki cita rasa yang berbeda. Donat emping memiliki cita rasa gurih, ketika mencoba pertama kali, konsumen akan merasakan sensasi rasa donat yang berbeda dari biasanya. Rasa gurih dari donat emping, membuat siapa pun yang mencobanya merasa ketagihan dan ingin terus untuk mengkonsumsi.

Melibatkan Makanan Asli Indonesia

Donat merupakan makanan yang berasal dari belanda, sedangkan emping merupakan makanan yang berasal dari Indonesia. Alasan kelompok kami menciptakan produk donat emping adalah ingin mengkolaborasikan antara makanan yang berasal dari luar Negeri dengan makanan asli Indonesia. Tujuan utamanya adalah agar membuat konsumen tidak melupakan makanan Indonesia ditengah banyaknya makanan luar Negeri yang masuk di Negara Indonesia.

Akhirnya Kelompok kami juara

Pada akhir acara tanpa diduga-duga, kelompok kami mendapatkan juara 2, saya sangat tidak menyangka bahwa kelompok ini bisa mendapatkan juara 2. Hasil jerih payah dari semua anggota, terbayar tuntas berkat adanya hadiah sebesar dua juta rupiah. Namun selain juara, sejujurnya saya mendapatkan banyak pelajaran dengan adanya program ini. Pembelajaran yang saya dapatkan dalam program ini antara lain adalah :

Proses Penciptaan Produk

Pelajaran pertama yang saya dapatkan adalah tentang bagaimana cara menciptakan produk. Memang kelihatan sepele, namun ternyata rangkaian prosesnya sangat panjang. Tentunya proses pembuatannya tidak selalu berjalan mulus, ada kegagalan yang membuat kita perlu mengulang dari awal. Namun disini saya belajar banyak tentang bagaimana cara menciptakan produk donat emping yang istimewa, pengetahuan ini tentunya akan sangat bermanfaat sebagai modal ketika saya memutuskan menjalankan usaha secara nyata.

Strategi Pemasaran

Bisa menciptakan produk yang enak dan berbeda bukan menjadi jaminan bagi kita nantinya sukses dalam menjalankan UMKM. Perlu kemampuan pemasaran yang baik untuk bisa menjual produk secara maksimal. Pada program ini meminta setiap kelompok untuk menjual produk secara langsung. Tentunya saya belajar banyak bahwa teori pemasaran berbeda dengan praktek secara langsung, perlu strategi pemasaran yang baik agar membuat konsumen benar-benar tertarik memutuskan membeli produk.

Mengatasi Terjadinya Konflik

Sebagai satu kesatuan kelompok yang sudah terbentuk sekitar enam bulan sebelum acara berlangsung, tentunya kami tidak bisa menghindari yang namanya konflik. Saya mulai memiliki pemahaman bahwa konflik tidak bisa dihindari, namun konflik bisa diatasi. Kami sering kali mengalami yang namanya konflik, tetapi ketika konflik terjadi, kami semua memiliki kesepakatan untuk segera mengatasi konflik.

Pengelolaan Keuangan

Dalam menjalankan suatu bisnis, tentunya pengelolaan keuangan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bisa berakibat fatal pada suatu bisnis yang tidak dapat berjalan maksimal. Pada kegiatan ini, saya dan teman-teman belajar banyak tentang bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik. Kami berusaha membuat laporan keuangan agar informasi terkait pemasukan dan pengeluaran bisa diketahui dengan jelas.

Terimakasih Program Management Entrepreneur Days

Sejujurnya saya tidak bisa berhenti berterimakasih kepada jurusan Manajemen Universitas Brawijaya yang telah bersedia mengadakan program seperti ini. Sejujurnya Management Entrepreneur Days tidak hanya sekedar program biasa, program ini memiliki beberapa tujuan seperti :

Mencetak Pengusaha Muda

Mahasiswa tidak hanya bisa menjadi tenaga kerja, mahasiswa juga bisa menjadi pengusaha. Dengan adanya program ini diharapkan dapat mencetak bibit-bibit pengusaha muda yang berbakat. Program ini diharapkan dapat merubah pemikiran mahasiswa bahwa menjalankan bisnis sangat mudah dan memberikan banyak keuntungan.

Mencetak Pengusaha yang Peduli Dengan Negara

Menjadi pengusaha tentunya memiliki banyak manfaat dibandingkan menjadi tenaga kerja, salah satunya berkontribusi pada Negara. Ketika menjadi pengusaha, kita akan memberikan pemasukan pada Negara melalui pajak, selain itu kita juga dapat mengurangi jumlah pengangguran dengan cara membuka lapangan pekerjaan. Program ini diharapkan akan membuat para mahasiswa memiliki kepedulian yang tinggi pada Negara ketika telah menjadi seorang pengusaha.

Mencetak Pengusaha yang Berdikari

Sejujurnya program ini berupaya untuk mencetak pengusaha yang berdikari, pengusaha yang tidak terus bergantung dengan pihak lain. Pengusaha yang mampu melakukan pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah sendiri. Perlu adanya program seperti ini untuk membuat mahasiswa menjadi pengusaha yang berdikari.

Nah bagaimana teman-teman, setelah mengetahui tentang semua ini, tentunya kalian sangat setuju kan bahwa program-program entrepreneur sangat penting bagi mahasiswa. Memang harus diakui bahwa pihak kampus tidak boleh terlalu fokus pada pembelajaran teori saja, mahasiswa juga perlu praktek secara nyata.

Maka dari itu program seperti ini sangat penting untuk mencetak calon pengusaha muda yang tentunya berkontribusi pada Negara. Mulai sekarang saya harap semua Universitas di Negara Indonesia tidak hanya mendorong mahasiswanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi calon pengusaha yang memiliki kontribusi pada Negara.

“Artikel ini juga diikutsertakan dalam Blog Writing Competition yang diselenggarakan oleh pihak djppr”

Referensi :

Pengalaman Pribadi Penulis