Hallo teman-teman, bagaimana kabarnya ? pastinya baik-baik saja bukan. Saat ini terdapat permasalahan yang sangat pelik teman-teman, sebenarnya permasalahan ini sudah ada sejak dahulu teman-teman. Namun permasalahan ini benar-benar sangat sulit untuk diselesaikan, oh iya sebelumnya kita harus berterimakasih kepada EduCenter yang telah memiliki kepedulian terkait permasalahan ini. Oke teman-teman, kalian pastinya ingin tahu terkait permasalahannya bukan ?.

Permasalahan utama yang ingin saya bahas adalah peran perempuan saat ini, perempuan sering sekali dipandang sebelah mata oleh laki-laki. Laki-laki merasa bahwa kasta mereka sangat berbeda dengan perempuan, perempuan tidak setara dengan mereka. Perempuan di dunia ini benar-benar identik dengan ciri khas lemah dan tidak layak untuk memegang peranan penting.

Contoh nyata pasti kalian sering dengar kata seperti ini “pemimpin kok perempuan”, atau ini “perempuan ya jadi ibu rumah tangga saja”, atau lebih parahnya adalah seperti ini “dasar perempuan lemah, gak bisa apa-apa, bisanya ngrepotin aja”. Saya sering sekali teman-teman mendengar kata-kata seperti ini. Saya sangat prihatin tentang permasalahan ini, inilah yang melatarbelakangi saya untuk menulis artikel tentang ini.

Pendidikan Adalah Cara Untuk Meningkatkan Peran Perempuan

Bagaimana sih teman-teman carannya agar mampu untuk meningkatkan peran dari perempuan ? terdapat beberapa cara sebenarnya teman-teman, salah satunya adalah dengan pendidikan. Ketika pendidikan dari perempuan ditingkatkan, niscaya akan membuat perempuan lebih diperhitungkan.

Kita sendiri tahu pada masa penjajahan, perempuan benar-benar tidak memiliki peluang untuk merasakan pendidikan. Hanya sedikit perempuan yang bisa merasakan pendidikan layak pada masa itu. Hal tersebutlah yang melatar belakangi R.A Kartini pada masa itu benar-benar memperjuangkan hak-hak perempuan. R.A Kartini ingin adannya kesetaraan perempuan dengan laki-laki, terutama pada bidang pendidikan (Tegar.id, 2020).

Teman-teman tahu bukan berjuangan dari R.A Kartini, ketika kalian semua tahu apakah kalian tetap diam saja ? apakah kalian tidak ingin melanjutkan perjuangannya ?. Kalau saya pribadi ingin melanjutkan perjuangannya. Ada banyak cara menurut saya yang dapat dilakukan untuk memperjuangkan cita-cita nenek moyang kita (R.A Kartini).

Namun perjuangan ini tidak dapat saya lakukan sendiri, saya membutuhkan banyak bantuan dari kalian semua, terutama dari pemerintah Negara Indonesia. Saya ingin melakukan perbaikan pendidikan di Negara Indonesia, terutama pada pendidikan kepada perempuan. Saya berharap mendapatkan dukungan dari kalian semua teman-teman.

Permasalah Pendidikan Kepada Perempuan di Negara Indonesia

Berbicara tentang pendidikan kepada perempuan, bisa dikatakan di Negara Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Negara-Negara lain, terutaman Negara-Negara maju. Kenyataannya pendidikan kepada perempuan belum merata di Negara Indonesia. Hal ini tidak bisa terlepas dari tradisi lama Negara Indonesia, perempuan tidak dapat mengenyam pendidikan tinggi (CNN Indonesia, 2017).

Teman-teman semua, disini saya memiliki keinginan untuk mengupas secara tuntas, apa saja sih permasalahan pendidikan di Negara Indonesia. Saya harap di sini, ketika saya menulis tentang ini, tidak hanya EduCenter saja yang memiliki kepedulian kepada perempuan, tetapi pemerintah Indonesia juga akan memiliki kepedulian kepada hak-hak perempuan.

Banyak Perempuan yang Tidak Mengenyam Pendidikan 12 Tahun

Berbicara tentang pendidikan di Negara Indonesia, realitannya banyak perempuan yang tidak sampai mengenyam pendidikan selama 12 tahun. Perempuan seolah-olah diciptakan untuk menjadi ibu rumah tangga saja, sehingga tidak perlu rasanya menjadi ibu rumah tangga saja harus mengenyam pendidikan selama 12 tahun.

Teman-teman pemikiran seperti ini seharusnya kita buang, perempuan seharusnya menolak pemikiran seperti ini, mereka layak untuk mendapatkan pendidikan selama 12 tahun. Selain itu, saya berharap laki-laki juga menyadari bahwa tidak seharusnya perempuan di pandang dengan sebelah mata. Pendidikan 12 tahun sangat penting untuk perempuan, tidak seharusnya perempuan dibedakan dan seolah-olah laki-laki saja yang pantas mendapatkan pendidikan 12 tahun.

Tidak Mendapatkan Pendidikan di Perguruan Tinggi

Oke teman-teman, jika ada perempuan yang dapat mengenyam pendidikan selama 12 tahun. Lalu apakah saya akan puas teman-teman ? jawabannya adalah tidak teman-teman, saya benar-benar belum puas teman-teman. Permasalahan kedua yang dihadapi Negara Indonesia adalah banyak perempuan yang tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, padahal mereka benar-benar ingin mendapatkannya.

Kenapa sih banyak perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi. Banyak alasan teman-teman kenapa banyak perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi. Seperti tidak mampu secara ekonomi ataupun yang lebih parah, dipaksa nikah dini oleh orang tua, dan masih ada banyak faktor lainnya.

Pendidikan Kepada Perempuan Tidak Merata di Negara Indonesia

Teman-teman, berbicara tentang pendidikan kepada perempuan di Negara Indonesia, rasannya benar-benar kurang sekali. Pendidikan kepada perempuan di Negara Indonesia tidak merata, banyak perempuan di daerah pelosok Negara Indonesia kurang mendapatkan pendidikan. Wilayah yang benar-benar tertinggal dalam segi pendidikan antara lain adalah Musi, Magelang, Bima, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Maluku (CNN Indonesia, 2017).

Kurangnya Program Pelatihan Kepada Perempuan

Masalah yang keempat adalah saat ini di Negara Indonesia masih sangat sedikit pelatihan yang diberikan kepada perempuan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian mereka. Pemerintah masih kurang memiliki kepedulian untuk menfasilitasi perempuan dalam rangka peningkatan kemampuan dan keahlian. Meskipun ada beberapa pelatihan sebenarnya, namun tidak begitu banyak teman-teman.

Fasilitas tersebut pun saya yakini tidak di dapatkan dengan gratis, perempuan yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut pastinya harus mengeluarkan biaya, saya yakin biaya yang dikeluarkan jumlahnya juga tidaklah kecil teman-teman. Ketika pelatihan memerlukan biaya, saya merasa yakin bahwa banyak perempuan yang akan kesulitan untuk mengikuti pelatihan.

Itulah teman-teman permasalahan yang di hadapi Negara Indonesia terkait pendidikan kepada perempuan. Bagaimana teman-teman perasaan kalian ketika mengetahuinya ? ironis sekali bukan teman-teman. Sekarang saya ingin bertanya kepada kalian semua teman-teman ? ketika kalian semua sudah tahu, apakah kalian hanya berdiam diri saja. Ataukah jiwa kalian merasa tertarik untuk memperjuangkan hak-hak pendidikan kepada perempuan ?. Mari teman-teman semua, ikut berkontribusi bersama EduCenter memperjuangkan hak-hak pendidikan kepada perempuan. Kalau bukan kita yang melakukannya, lalu siapa lagi yang melakukannya.

Solusi Perbaikan Pendidikan Kepada Perempuan di Negara Indonesia

Disini saya tidak hanya mengajak kalian semua untuk berkontribusi, saya juga mencoba memberikan solusi, harapannya solusi ini akan didengar pemerintah dan secara langsung pendidikan kepada perempuan akan dilakukan pembenahan. Inilah teman-teman, solusi yang saya berikan untuk perbaikan pendidikan kepada perempuan di Negara Indonesia :

Program Pendidikan 12 Tahun Kepada Perempuan

Pemerintah Negara Indonesia perlu mengupayakan dengan baik program pendidikan 12 tahun kepada perempuan. Perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan selama 12 tahun, pemerintah perlu memperjuangkan hak dari perempuan tersebut. Pemerintah perlu untuk menyisihkan dana guna membiayai biaya pendidikan para perempuan.

Kita ketahui sendiri pada saat ini, banyak sekali perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan selama 12 tahun dikarenakan masalah ekonomi. Lalu ketika terdapat masalah ekonomi pada perempuan, apakah pemerintah hanya bisa diam saja ? jawabannya tentu tidak bukan, pemerintah perlu untuk memperjuangkan hak-hak dari perempuan.

Ketika pemerintah tidak mampu mengatasi permasalahan ini sendiri, inilah tugas kita semua teman-teman. Kita semua dapat menciptakan komunitas yang memiliki tujuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan pada pendidikan. Kita bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan penggalangan dana guna untuk membiayai biaya pendidikan para perempuan yang kesulitan.

Program Beasiswa Pendidikan Perguruan Tinggi Kepada Perempuan

Banyak perempuan yang memiliki keinginan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, tetapi banyak yang tidak bisa teman-teman. Keinginan mereka harus dikubur dalam-dalam, faktor utama jelas karena ada masalah ekonomi keluarga. Masalah utama di Negara Indonesia terkait pendidikan adalah ekonomi, ekonomi dan pendidikan seakan-akan tidak dapat dipisahkan. Coba kita cermati dengan seksama teman-teman, sudah seharusnya bukan bahwa perempuan mendapatkan pendidikan dengan layak.

Terdapat sebuah kasus teman-teman, ayo kita cermati dengan seksama. Sanita, seorang wanita berasal dari Jawa Tengah yang menjadi wakil Indonesia dalam ajang Asian Development Bank’s 5th Annual Asian Youth Forum, memiliki sebuah cerita yaitu ketika dia berusia 13 tahun. Atas dasar permasalahan ekonomi, orang tua Sanita memiliki rencana untuk menikahkan dini. Jelas sanita menolak dengan tegas tentang rencana tersebut, Sanita berjanji akan membalas kebaikan orang tuanya suatu saat nanti jika orang tuanya bersedia untuk membiayai pendidikan Sanita. Kini terbukti apa yang dikatakannya, dia membalas semua jasa orang tuannya dengan prestasi yang dia miliki (Tirto.id,2017).

Sungguh mengharukan bukan ceritannya, kepada teman-teman semua, ayo kita ciptakan Sanita-Sanita yang lain di Negara Indonesia ini. Ayo kita membuat suatu gerakan yang mampu mendukung penciptaan Sanita-Sanita baru. Pemerintah disini juga perlu bekerjasama dengan beberapa komunitas dan perusahaan-perusahaan dalam rangka melakukan pengumpulan dana. Ketika dana telah terkumpul, dana tersebut dapat digunakan untuk program beasiswa perguruan tinggi yang dikhususkan kepada perempuan.

Pemerataan Pendidikan Kepada Perempuan, Termasuk yang Berada di Daerah Pelosok

Pendidikan di Negara Indonesia belum merata, memang seperti itu keadaannya teman-teman. Coba kita semua bayangkan dan renungkan teman-teman, memang ketika melihat daerah kita banyak perempuan yang mendapatkan pendidikan layak. Namun apakah kalian pernah membayangkan perempuan-perempuan di daerah pelosok ?. Pada daerah pelosok, banyak sekali perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan layak ataupun malah tidak mendapatkan pendidikan sama sekali.

Inilah permasalahan utama Negara Indonesia, kita semua harus menyelesaikannya. Memang benar permasalahan ini sangat sulit diselesaikan, namun saya yakin kalau secara perlahan-lahan dapat diselesaikan. Siapa yang memiliki kekuatan utama untuk menyelesaikan ? Jelas sekali bahwasannya pemilik kekuatan utama adalah dari pihak pemerintah.

Apakah pihak pemerintah mampu untuk menyelesaikan sendiri ? jelas pihak pemerintah tidak akan mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini sendiri. Disini lagi-lagi tugas kita semua untuk melakukan pengumpulan dana teman-teman. Selain itu, perusahaan dapat melakukan CSR dengan cara memberikan dana untuk mendirikan sekolah-sekolahan di daerah pelosok. Dengan adannya sekolah-sekolah di daerah pelosok, akan mampu mengurangi ketimpangan pendidikan di Negara Indonesia.

Penciptaan Program Pelatihan Gratis Kepada PerempuanKetika ketiga permasalahan tersebut sudah teratasi, tinggal satu permasalahan yang perlu untuk diatasi. Pemerintah perlu untuk menciptakan program-program pelatihan kepada perempuan, program pelatihan sangat diperlukan perempuan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan keahlian dari perempuan. Program ini juga harus gratis teman-teman, karena kita tahu sendiri biaya pelatihan cukup besar. Ketika para perempuan yang sebenarnya memiliki keinginan untuk mengikuti pelatihan, tetapi tahu akan biaya yang dikeluarkan cukup besar. Pastinya perempuan-perempuan akan berfikir ulang untuk mengikuti pelatihan.

Pemerintah sangat diperlukan disini untuk menfasilitasi program pelatihan ini. Pemerintah perlu untuk membiayai program pelatihan ini. Selain itu, diharapkan ada beberapa mentor, trainer, ataupun coach yang bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan pelatihan secara ikhlas tanpa meminta bayaran yang besar. Ketika semua pihak memiliki kepedulian, sudah pasti peningkatan keahlian dan kemampuan perempuan akan terjadi.

Semua penjabaran diatas merupakan solusi yang saya berikan teman-teman, solusi ini harus segera direalisasikan agar perempuan bisa mendapatkan hak-hak pendidikan dengan layak dan sama dengan yang didapatkan oleh laki-laki.

Manfaat Pendidikan Kepada Perempuan di Negara Indonesia

Ketika ada permasalahan dan solusi, pastinya akan menimbulkan suatu pertanyaan. Apasih sebenarnya manfaat dari pendidikan kepada perempuan ?. Kalau menurut saya pribadi sangat banyak teman-teman manfaatnya, disini akan saya jabarkan beberapa manfaatnya teman-teman. Manfaat dari pendidikan kepada perempuan antara lain adalah :

Meningkatkan Kemampuan dan Keahlian Sehingga Mendukung Kehidupan Sehari-Hari Perempuan

Manfaat yang didapatkan perempuan adalah peningkatan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Ketika kemampuan dan keahlian meningkat, akan mampu dijadikan penunjang untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang dimiliki perempuan akan memberikan kesan kepada seorang laki-laki, laki-laki akan berfikir ulang untuk merendahkan kemampuan dan keahlian dari seorang perempuan. Perempuan yang memiliki kemampuan dan keahlian bisa ikut aktif berpartisipasi bersama laki-laki dalam menjalani aktivitas sehari-hari tanpa takut adannya diskriminasi lagi.

Dapat Mengikuti Perkembangan Zaman

Kita tahu sendiri bukan, saat ini zaman terus mengalami perkembangan, teknologi saat ini semakin canggih. Ketika tidak adannya pendidikan yang dimiliki oleh perempuan, apakah perempuan bisa mengikuti perkembangan zaman ?. Sangat sulit rasannya perempuan mengikuti perkembangan zaman ketika mereka tidak mendapatkan pendidikan dengan layak. Perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan secara layak akan mengalami beberapa kendala suatu saat nanti ketika dia menjalankan perannya sebagai wanita karier ataupun ibu rumah tangga (cermati.com,2018).

Karier Para Perempuan Akan Lebih Baik

Siapa bilang perempuan pantasnya menjadi ibu rumah tangga ? siapa bilang perempuan tidak layak memiliki karier yang bagus ?. Menurut saya pribadi, semua perempuan layak untuk mendapatkan karier yang bagus. Karier perempuan tidak selalu menjadi ibu rumah tangga, perempuan bisa merubah cap tersebut dan mendapatkan apa yang benar-benar mereka inginkan. Bagi saya keinginan itu bisa dicapai oleh perempuan dengan syarat mereka benar-benar mendapatkan pendidikan yang layak, ketika ingin bersaing dengan seorang laki-laki, sudah seharusnya pendidikan yang dimiliki setara ataupun lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Tidak Diremehkan Lagi Oleh Kaum Laki-Laki

Manfaat yang paling penting adalah ketika perempuan mendapatkan pendidikan yang layak akan membuat mereka tidak diremehkan lagi oleh kaum laki-laki. Sungguh permasalahan diskriminasi ini harus segera diatasi. Melalui pendidikan yang didapatkan oleh perempuan dapat merubah pola pikir yang dimiliki oleh laki-laki. Kaum laki-laki akan lebih bisa menghargai perempuan dan bukan tidak mungkin mereka mengakui kesetaraan yang dimiliki antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.

Itulah teman-teman pendapat saya tentang permasalahan, solusi, dan manfaat pendidikan kepada perempuan di Negara Indonesia. Teman-teman, saya berharap kalian semua ikut mendukung EduCenter memperjuangkan hak-hak yang dimiliki oleh perempuan terutama pada pendidikannya. Saya juga ingin berterimakasih kepada teman-teman semua atas kesediaannya untuk meluangkan waktu membaca tulisan ini.

Referensi :

Cermati.com, 2018, Alasan Mengapa Menjadi Wanita Berpendidikan Itu Wajib, diakses pada tanggal 26 April 2020 <https://www.cermati.com/artikel/alasan-mengapa-menjadi-wanita-berpendidikan-itu-wajib>.

CNN Indonesia, 2017, Perempuan Indonesia Masih Tertinggal Dalam Pendidikan, diakses pada 25 April 2020, <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170308130607-277-198669/perempuan-indonesia-masih-tertinggal-dalam-pendidikan>.

Tegar.id, 2020, Biografi Ibu Kita Kartini, Pendekar Wanita Indonesia, diakses pada 25 April 2020, <https://www.tagar.id/biografi-ibu-kita-kartini-pendekar-wanita-indonesia>.

Tirto.id, 2017, Kerikil Tajam Dunia Pendidikan Untuk Perempuan, diakses pada 26 April 2020 <https://tirto.id/kerikil-tajam-dunia-pendidikan-untuk-perempuan-cuHk>.